Sabtu, 28 Juli 2012

Inilah Aku :D

Hahahaa... inilah aku..
Aku dilahirkan tepatnya di RS.Fatmawati, Jakarta. Masa balitaku dihabiskan di Ciledug Tangerang. Aku  TK di TK Annisa, masih di Tangerang. Setamatnya aku di sana akupun masuk SD Larangan 03. Ahhhh... tak ingat sedikitpun siapa saja teman-temanku di situ. Baru saja mengecap pendidikan 1 tahun di sana ternyata bertepatan aku naik ke kelas 2 SD orang tuaku pindah ke Bukittinggi Sumbar. Memang aku saat itu tidak setuju sama sekali untuk pindah, tapi apa boleh buat orang tuaku tetap pindah. Sepindahnya aku di Bukittinggi, aku di sekolahkan di SDN 02 Percontohan Bukittinggi. Ya Allah di sini sangat bergejolak sekali hatiku, aku bahkan tidak ingin sekolah lagi. Alasannya aku sama sekali tidak mengerti bahasa Minang. Hanya bahasa Minang umum yang sering diucapkan orangtuaku di rumah saja yang aku mengerti. Dan pastinya, aku tidak punya teman seorangpun dan hal ini yang menyebabkan aku tidak ingin sekolah lagi. Aku seperti anak-anak yang tidak pandai berteman serta bergaul. Lambat laun akupun mulai bisa menyesuaikan diri walau tak sepenuhnya. Hingga aku naik ke kelas 3 SD. Akupun mulai berteman untuk yang pertama kalinya dan akupun sangat dekat dengannya. Akupun menjalani pendidikan dengan lancar kembali. Ternyata takdir Tuhan berbeda lagi, ternyata orangtua ku pindah lagi ke Tangerang ketika aku naik ke kelas 4 SD. Aku tak mengerti mengapa orangtuaku seperti ini. Akhirnya aku pindah ke Tangerang lagi. Dan ternyata aku di masukkan ke SDN Larangan 03 Tangerang. Hmm,, aku malu rasanya masuk ke SD itu lagi. Akupun menolak bersekolah di sana. Akhirnya aku  masuk SDN Larangan 04 Tangerang tepatnya berada di seberang SDN Larangan 03 Tangerang. Ternyata di sini sangat berbeda, di sini aku sangat menikmati sekolahku. Aku mudah menyesuaikan diri. Aku tak seperti anak-anak yang tidak pandai bergaul lagi. Di sinilah aku yang merasakan bagaimana berteman itu. Aku ingat semua kenangan manis itu. Akupun naik ke kelas 5 SD dengan masa-masa yang indah itu. Aku menikmati masa-masa indah itu. Nilai sekolah akupun tak seperti dulu yang hanya pas-pas walaupun aku bersyukur masih bisa dapat rangking 10 besar. Setelah mengecap pendidikan yang begitu menyenangkan di sana, masalahpun timbul dikeluargaku. Ayahku tak seperti dulu lagi yang mudah membelikan ini itu untukku. Masalah ekonomi mulai datang, di saat keluargaku sedang merasakan indahnya kehidupan. Beli ini beli itu dulu sangat mudah bagi ayahku. Bahkan di saat hari minggu keluargaku pasti pergi jalan-jalan, makan-makan, rekreasi, dll. Masa-masa ini sangat sulit, bahkan untuk jajanku pergi sekolahpun mamaku tak punya uang sedikitpun. Mama hanya bisa membungkuskan nasi dengan lauk kentang kecap setiap hari. Tapi untungnya aku dan adikku bisa mengerti dan menerimannya. Aku juga sedih sebenarnya, tapi apa boleh buat. Begitulah kuasa Tuhan, kami sedang diuji. Aku tak sanggup melihat adik bayiku yang kurus seperti kurang gizi, aku tak sanggup melihat orangtuaku yang hanya bisa bertengkar di hadapan aku dan adik-adikku. Dan akhirnya keluargaku pindah kembali ke Bukittinggi Sumbar. Aku di sekolahkan lagi di SDN 02 Percontohan Bukittinggi. Aku tak bisa menolak, karena kondisi seperti ini. Ternyata di sini kondisi bertambah parah. Hadirnya tanteku (dari ayah) menambah masala dalam kehidupan kami. Puncaknya saat orangtuaku bertengkar tengah malam dan mamaku kabur dari rumah. Dan ayahku pun pergi dari rumah entah kemana. Aku hanya bisa menangis dengan adik-adikku. Ku gendong adik bayiku keluar rumah. Aku berjalan keluar rumah dengan adikku yang saat itu kelas 3 SD dengan tetap ku gendong adik bayiku. Tak sedikitpun rasa takutku berjalan di tengah malam dengan keinginan bertemu mamaku. Dinginnya malam tak menjadi halangan untuk aku dan adikku berjalan mencari mamaku. Aku hanya gelisah dengan adik bayiku yang merengek karena haus. Setelah sekitar 2 jam aku berputar-putar mencari mama, akhirnya aku bertemu dengan mama di suatu mesjid. Mama tak memanggil ataupun mengejarku, malah menyuruh kami pulang sendiri. Aku dan adikku pulang, dan ternyata ayah sudah di rumah dan ayahpun menjemput mama.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar